Logo PP. Nurul Islam

Selamat Datang di Website PP. Nurul Islam

Logo PP. Nurul Islam

BIOFERMIX: KOMBINASI KOMBUCHA DAN UWUH SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK HALAL

BIOFERMIX: KOMBINASI KOMBUCHA DAN UWUH SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK HALAL
27 Jan 2026 Muhammad Randy Kurniawan ( IX SC) Revandra Fikka Aidil Fathir ( IX SC) Sabrina Aisyifa ( IX MSC) Wifda Nafidza Taqiya ( IX MSC) 81 views Karya Tulis Ilmiyah (MTs 1 Nurul Islam)

Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Sumber Kesehatan Pemanfaatan tumbuhan sebagai sumber kesehatan telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan manusia, baik melalui konsumsi langsung maupun pengolahan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai senyawa bioaktif yang terkandung dalam tumbuhan terbukti berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh, meningkatkan daya tahan, serta mendukung kesehatan sistem pencernaan.

Sebagaimana firman-Nya dalam QS: Al-An’am [6]: 99 sebagai berikut:

 ... وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَيۡء

Artinya: “Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan…”.

Menurut (Al Bakri dkk., 2007) dalam tafsir At-Thabari lafadz (فَأَخۡرَجۡنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَيۡء) memiliki arti bahwasannya Allah SWT menumbuhkan tumbuhan dari dalam bumi bukan hanya sebagai sumber pangan, tetapi juga sumber kehidupan dan kesehatan. Hal tersebut merupakan tanda ayat kauniyah bagi orang-orang yang beriman, sehingga dapat dimanfaatkan secara bijak untuk kemaslahatan manusia. Salah satu bentuk pemanfaatan tersebut tercermin dalam racikan uwuh, yang merupakan kombinasi beberapa jenis tanaman herbal lokal yang kaya akan antioksidan dan senyawa fungsional, sehingga berpotensi mendukung kesehatan. Anjuran Mengkonsumsi Minuman yang Halal dan Thayyib Prinsip kehati-hatian dalam memilih minuman yang halal dan thayyib selaras dengan ajaran Islam, sebagaimana dijelaskan melalui ayat Al-Qur’an QS: Al-Baqoroh [2]: 168 sebagai berikut:

 يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُواْ مِمَّا فِي ٱلۡأَرۡضِ حَلَٰلا طَيِّبا وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّ مُّبِينٌ

Artinya: “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Lafadz (حَلَٰلا طَيِّبا) mengandung makna “halal dan baik”.

Sahal bin Abdillah berkata dalam tafsir Al-Qurthubi bahwasannya ada tiga hal yang harus dilakukan jika seseorang ingin terbebas dari api neraka, yakni: memakan makanan halal, melaksanakan kewajiban, dan mengikuti jejak Rasulullah SAW.

Sejalan dengan makna tersebut, pengembangan biofermix sebagai kombinasi fermentasi kombucha dan uwuh merepresentasikan prinsip ḥalalan ṭayyiban dalam konteks pangan fungsional serta sebagai wujud penerapan nilai-nilai Islam dalam inovasi sains. Setiap Penyakit Memiliki Obat Disebutkan dalam kitab Shahih Muslim dari Jabir bin ‘Abdillah bahwa Rasulullah SAW pernah berkata: لِكُلِّ دَاءِ دَوَاءٌ فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِاِذْنِ الله Artinya: “Setiap penyakit pasti ada obatnya. Apabila obat tersebut sesuai dengan penyakitnya, maka akan sembuh dengan izin Allah SWT”. Hadist tersebut sejalan dengan penelitian ini, dimana fermentasi kombucha dengan uwuh dapat menghasilkan mikroorganisme bermanfaat (probiotik) yang berpotensi mendukung kesehatan pencernaan. Maka dari itu, adanya minuman biofermix kombucha dan uwuh merupakan bentuk solusi alami dalam pengobatan dan pencegahan penyakit. Teori Pendukung. Bioteknologi. Menurut FAO ( Food and Agriculture Organization) bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang menerapkan prinsip penggunaan organisme atau agen biologi untuk menghasilkan produk atau teknologi yang bermanfaat bagi manusia. Cabang ilmu yang terlibat dalam bioteknologi antara lain: biokimia, genetika, biologi molekuler, mikrobiologi, enzimologi, ilmu pangan, dan fisiologi. Pemanfaatan bioteknologi bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat. Bioteknologi dibagi menjadi dua jenis, yakni: bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional merupakan bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme dalam meghasilkan sebuah produk. Pada bioteknologi modern pemanfaatannya berupa rekayasa genetika dengan melibatkan bahan genetik berupa (DNA/RNA) dan juga PCR (Polymeration Chain Reaction) (Rezaldi, 2024). b. Bioteknologi Pangan Bioteknologi pangan merupakan cabang ilmu yang menerapkan teknik biologis pada organisme hidup termasuk tanaman pangan, hewan, dan mikroorganisme. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan sifat, mutu, keamanan, serta efisiensi dalam proses produksi dan pengolahan makanan (Fajriana dkk., 2024). Pendekatan ini tidak hanya berakar dari aplikasi tradisional seperti fermentasi, tetapi juga berkembang melalui pengetahuan ilmiah modern untuk menghasilkan produk pangan yang lebih unggul dan bernutrisi lebih tinggi (Ridhwan, 2025). Contoh dari penerapan bioteknologi pangan dapat ditemukan pada proses pembuatan makanan fermentasi, seperti: roti, yoghurt, dan keju. Secara fungsional, manfaat dari hasil bioteknologi pangan meliputi: peningkatan kualitas pangan, perpanjangan umur simpan makanan, serta peningkatan kadar gizi makanan (Ridhwan, 2025). Dengan demikian, bioteknologi pangan berperan dalam menyediakan solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat secara berkelanjutan. Fermentasi Fermentasi merupakan perubahan bahan organik dengan bantuan mikroorganisme. Terdapat dua jenis proses fermentasi, yakni: aerobik dan anaerobik. Fermentasi aerobik merupakan fermentasi yang terjadi pada keadaan yang membutuhkan oksigen, sedangkan fermentasi anaerobik merupakan fermentasi yang terjadi tanpa membutuhkan oksigen (Sukendar, 2019). Kedua fermentasi tersebut bergantung pada tingkat aktivitas mikroba yang dipengaruhi oleh ketersediaan nutrsi di lingkungan (Fajrina dkk., 2024). Kombucha Kombucha merupakan minuman teh fermentasi berasal dari Tiongkok, kemudian diperkenalkan ke Jepang pada tahun 414 M oleh seorang tabib bernama Kombu (Riswanto & Setiawan, 2022). Teh kombucha merupakan minuman fermentasi tradisional hasil simbiosis antara khamir dan bakteri atau sering dikenal sebagai SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast). Adanya SCOBY pada kombucha menyebabkan peningkatan aktivitas antioksidan (Riswanto & Setiawan, 2022). Keunggulan yang dimiliki oleh kombucha dibandingkan teh lain yaitu adanya kadar asam organik, vitamin dan asam amino yang lebih banyak (Majidah dkk., 2022). Manfaat kombucha diantaranya adalah: sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, meningkatkan imunitas tubuh, menjaga mikroba usus dan menurunkan hipotensi (Putri & Sabrina, 2024). Uwuh Uwuh merupakan salah satu minuman tradisional yang berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Komposisi minuman ini terdiri dari beberapa jenis rempah-rempah dan dedaunan yang dikeringkan, antara lain: jahe, kayu manis, cengkeh, daun pala, serta kayu secang sebagai pewarna merah (Kartika dkk., 2025). Terkadang pembuatan uwuh juga ditambah dengan gula aren atau gula batu. Uwuh memiliki kandungan fenol yang tinggi, hal tersebut dikarenakan oleh keberagaman bahan herbal yang digunakan. Minuman secang memiliki kandungan total fenol sebesar 117,99 mg/L dan ketika ditambahkan bahan herbal lainnya seperti jahe merah, sereh , cengkeh, kayu manis, kapulaga dan pala maka terjadi peningkatan kadar total fenol menjadi sebesar 186,06 mg/L (Anjani dkk., 2024). Adapaun manfaat dari minuman fungsional tersebut antara lain: meningkatkan imunitas tubuh, diabetes, hipertensi, kolesterol, hingga kanker (Widyaningsih, 2022). Minuman Probiotik Minuman probiotik merupakan minuman yang mengandung bakteri hidup. Bakteri tersebut mengandung senyawa metabolit, sehingga bermanfaat bagi Kesehatan (Najini dkk., 2024). Minumah probiotik termasuk dalam salah satu minuman yang banyak dikembangkan saat ini. Seiring perkembangan ilmu pangan dan bioteknologi, minuman probiotik tidak hanya berbasis susu, tetapi juga dikembangkan dari bahan nabati seperti teh, buah, dan rempah-rempah melalui proses fermentasi. Contoh dari minuman probiotik antara lain: kombucha, kefir, serta probiotic water. Inovasi tersebut menjadikan minuman probiotik lebih beragam, mudah diterima oleh berbagai kalangan, serta sesuai dengan kebutuhan konsumen yang memiliki intoleransi laktosa atau menerapkan pola hidup halal dan sehat (Fajrina dkk., 2024). Dengan kandungan senyawa bioaktif hasil fermentasi, minuman probiotik berpotensi menjadi alternatif minuman sehat yang berkontribusi dalam menjaga kesehatan pencernaan dan kualitas hidup secara keseluruhan. Selain itu, konsumsi minuman probiotik secara rutin diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh dan membantu mencegah gangguan pencernaan akibat ketidakseimbangan bakteri usus (Najini dkk., 2024). Hasil Analisis Kimia Gambar A.1 Sebelum Fermentasi & Setelah Fermentasi Hasil analisis pH pada minuman biofermix kombuca uwuh menyatakan bahwa terjadi perubahan pH antara sebelum dan sesudah percobaan. Berdasarkan nilai pH tersebut menunjukkan bahwa minuman biofermix kombucha uwuh memiliki pH asam. Dimana pH asam memiliki rentang nilai mulai 0-6, pH 7 termasuk netral, dan pH dengan rentang nilai 8-14 tergolong basa (Mitarlis dkk., 2024). Kadar pH setelah proses fermentasi berada di angka 2,05 yang menunjukkan bahwa fermentasi terlalu lama, sehingga kandungan asam organik tinggi. Kisaran pH untuk dapat dikonsumsi langsung berada pada nilai 2,8-3,5 (Miranda et al., 2022). Adanya penurunan pH pada minuman biofermix kombucha uwuh merupakan suatu bentuk keberhasilan dalam proses fermentasi. Hal tersebut dipengaruhi oleh adanya aktivitas metabolik mikroorganisme antara lain: bakteri asam asetat, bakteri asam laktat, dan ragi yang berperan dalam penguraian gula menjadi berbagai asam organik seperti: asam asetat, asam laktat, dan asam glukonat (Suharman dkk., 2024). Terbentuknya asam pada minuman fermentasi probiotik, berperan penting dalam menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen serta mendukung stabilitas dan keamanan produk (Miranda et al., 2021). Status Kehalalan dan Keamanan Produk Gambar A.2 Parameter yang digunakan untuk mengukur kadar alkohol adalah dengan menggunakan alat ukur alkohol seperti pada gambar. Jika alat tersebut setelah dicelupkan melebihi angka 0,5%, maka dapat dinyatakan sebagai arak. Namun, pada penelitian tersebut menunjukkan bahwa minuman biofermix kombucha uwuh belum sampai pada batas tersebut. Maka dari itu, minuman ini belum dikatakan sebagai arak dan halal serta aman untuk dikonsumsi. Potensi Minuman Biofermix Kombucha Uwuh Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwasannya minuman biofermix kombucha uwuh aman dan memiliki potensi besar sebagai minuman fungsional probiotik halal. Kombucha berperan sebagai sumber mikroorganisme probiotik dan asam organik yang mendukung kesehatan saluran pencernaan. Sementara uwuh menyumbang senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan minyak atsiri yang bersifat antioksidan, antimikroba, serta antiinflamasi (Putri & Sabrina, 2024). Sinergi kedua komponen tersebut menjadikan Biofermix tidak hanya berpotensi meningkatkan keseimbangan mikroba pada usus, tetapi juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menjaga kesehatan metabolik (Dewitasari & Hariadi, 2024. Penggunaan bahan-bahan alami yang halal dan proses fermentasi terkontrol menjadikan biofermix kombucha dan uwuh berpeluang dikembangkan sebagai produk minuman sehat yang aman, bernilai ekonomi, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia (Sawiji, 2025). Adanya variasi biofermix kombucha uwuh juga diharapkan dapat menjadi alternatif minuman sehat yang mendukung gaya hidup halal dan berkelanjutan.

Bagikan Artikel: