Selamat Datang di Website PP. Nurul Islam
Mojokerto – Pelaksanaan hari kedua Ujian Terbuka 2026 Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto berlangsung pada Rabu (24/6/2026) dengan menghadirkan ujian bidang Madrasah Diniyah (Madin). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Takrimul Mutafawwiqin ini dipusatkan di tiga lokasi, yakni Gedung Serba Guna (GSG), Guest House (GH), dan Aula Lantai 3 PP Nurul Islam 2.
Sebanyak 1.173 santri Madin mengikuti ujian terbuka pada hari kedua. Di Gedung Serba Guna, ujian diikuti oleh 599 santri dari MDTA 1 Nuris 1 dan MDTA 1 Nuris 2 dengan didampingi 26 penguji. Sementara itu, di Guest House terdapat 222 santri dari MDTW 1 Nuris 1 serta MDTW 1 dan MDTW 2 Nuris 2 yang diuji oleh 13 penguji. Adapun di Aula Lantai 3 PP Nurul Islam 2, sebanyak 352 santri dari MDTA 2 dan MDTA 3 Nuris 2 mengikuti ujian dengan 19 penguji.

Pada ujian hari kedua ini, para santri diuji secara terbuka berdasarkan kitab dan bidang keilmuan yang telah dipelajari selama proses pembelajaran di Madrasah Diniyah. Di Gedung Serba Guna, materi yang diujikan meliputi Syifaul Jinan dan Tahsinul Quran, Double Kitab (Alala dan Aqidatul Awam), Arba'in Nawawi, Tasrif Istilahi dan Lughowi, Tuhfatul Athfal, Mukhtashor Jiddan, Imrithi dan Alfiyah Ibnu Malik (500 Nadzhom), Qowaidul I'lal, serta Fathul Qorib Bab Buyu'.
Sementara itu, di Guest House para santri mengikuti ujian kitab Bulughul Maram, Nadzom Maqsud, Riyadus Sholihin, Alfiyah Ibnu Malik, Jawahirul Maknun, dan Unwanud Dhorfi. Adapun di Aula Lantai 3 PP Nurul Islam 2, materi yang diujikan meliputi Syifaul Jinan, Double Kitab (Alala dan Aqidatul Awam), Arba'in Nawawi, Lubabul Hadist, Tasrif Istilahi dan Lughowi, Tuhfatul Athfal, Mukhtashor Jiddan, Imrithi, Qowaidul I'lal, serta Fathul Qorib Bab Buyu'.
Ujian terbuka Madrasah Diniyah menjadi bagian penting dalam proses evaluasi pembelajaran santri. Melalui kegiatan ini, kemampuan memahami kitab, penguasaan ilmu diniyah, ketepatan menjawab pertanyaan, serta kedalaman pemahaman materi diuji secara langsung oleh para penguji sesuai bidang masing-masing.
Pelaksanaan ujian hari kedua sekaligus melengkapi rangkaian Ujian Terbuka 2026 yang pada hari sebelumnya diikuti ratusan santri dari berbagai program Expert Class. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengukur capaian pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman kepada santri dalam menampilkan kemampuan, kesiapan mental, dan kepercayaan diri di hadapan para penguji.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam, Dr. KH A. Siddiq, S.E., M.M., menegaskan bahwa penilaian dalam Ujian Terbuka tidak hanya berfokus pada aspek intelektualitas dan kompetensi semata.
“Yang dinilai dalam ujian bukan hanya intelektualitas dan kompetensi saja, tetapi juga integritas, karakter, serta spiritualitas santri dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, Ujian Terbuka dan Takrimul Mutafawwiqin menjadi ajang penilaian yang komprehensif dan menyeluruh,” tuturnya.

Beliau juga menambahkan bahwa program pembelajaran yang dikembangkan di Pondok Pesantren Nurul Islam harus mampu melahirkan santri yang unggul dalam keilmuan sekaligus kuat dalam akhlak dan spiritualitas.
Dengan berakhirnya pelaksanaan ujian selama dua hari, Pondok Pesantren Nurul Islam berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan kualitas keilmuan, akhlak, dan spiritualitas sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan serta mewujudkan generasi berakhlakul karimah yang berdaya saing global. (gmr/den)