Logo PP. Nurul Islam

Selamat Datang di Website PP. Nurul Islam

Logo PP. Nurul Islam

Pondok Pesantren Nurul Islam Sukses Jadi Tuan Rumah Pelantikan dan Rapimwil PW IPPNU Jawa Timur 2026–2029, Teguhkan Komitmen Kaderisasi Perempuan NU

Pondok Pesantren Nurul Islam Sukses Jadi Tuan Rumah Pelantikan dan Rapimwil PW IPPNU Jawa Timur 2026–2029, Teguhkan Komitmen Kaderisasi Perempuan NU
25 Jul 2026 Admin 25 views BERITA

Mojokerto – Pondok Pesantren Nurul Islam (NURIS) Mojokerto kembali dipercaya menjadi pusat penyelenggaraan agenda strategis organisasi Nahdlatul Ulama. Pada kesempatan ini, NURIS menjadi tuan rumah Pelantikan dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pengurus Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 yang berlangsung pada Sabtu (25/7) di Gedung Serba Guna NURIS 2.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus IPPNU se-Jawa Timur, tokoh Nahdlatul Ulama, unsur Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, serta tamu undangan dari berbagai daerah. Momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat estafet kepemimpinan sekaligus meneguhkan komitmen kaderisasi pelajar putri Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan khidmat. Seluruh pengurus yang dilantik mengucapkan ikrar untuk mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta mengabdikan diri demi kemajuan organisasi dan kemaslahatan umat.

Dalam laporannya, Ketua PW IPPNU Jawa Timur, Rekanita Aprilia Nur Azizah, memperkenalkan arah baru kepengurusan melalui visi "The New Horizon". Visi tersebut mengusung semangat menghadirkan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman melalui tiga pilar utama, yakni bertumbuh, berinovasi, dan berdampak.

Semangat tersebut mendapat penguatan dari Ketua PP IPPNU, Whasfi Velasufah. Menurutnya, tema "Beyond the Horizon" mengandung makna menembus segala batas, hambatan, dan kesulitan yang menghadang perjalanan organisasi.

"Tema Beyond the Horizon berarti menembus segala batas, hambatan, dan kesulitan yang ada di depan. IPPNU Jawa Timur harus mampu menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk menghadirkan solusi terbaik bagi pelajar putri dan masyarakat," tegasnya.

Rangkaian acara juga diwarnai arahan dari Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengembangan SDM PWNU Jawa Timur, KH. Taufiq Djalil. Ia mengingatkan bahwa kepengurusan organisasi harus dimaknai sebagai ruang pengabdian sekaligus menekankan pentingnya proses kaderisasi yang berkelanjutan.

"Atas nama PWNU Jawa Timur, kami mengucapkan selamat kepada anak-anak IPPNU Jawa Timur yang hari ini telah dilantik. Saya berpesan agar IPPNU benar-benar memperhatikan proses kaderisasi. Semoga IPPNU Jawa Timur semakin baik," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelantikan PW IPPNU Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Islam. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat segera bergerak aktif menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi pelajar, masyarakat, dan organisasi.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Pelantikan PW IPPNU Jawa Timur di Kabupaten Mojokerto, khususnya di Pondok Pesantren Nurul Islam. Selamat dan sukses kepada seluruh jajaran Pimpinan Wilayah IPPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 yang baru saja dilantik," tuturnya.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa pendidikan merupakan pintu masuk bagi lahirnya generasi yang mampu menjadi pengambil kebijakan di berbagai sektor strategis bangsa. Menurutnya, kader IPPNU harus terus memperkuat kapasitas intelektual agar mampu mengisi ruang-ruang kepemimpinan di masa depan.

"Pendidikan menjadi pintu masuk bagi kita semua untuk menjadi policy makers, pengambil keputusan di sektor-sektor penting di negeri ini. Mudah-mudahan IPPNU bisa mengisi ruang-ruang untuk mengambil pos-pos strategis itu," ungkap Khofifah.

Selain itu, Gubernur juga mengajak seluruh kader IPPNU untuk berpartisipasi sebagai relawan dalam menyukseskan Muktamar Nahdlatul Ulama yang akan diselenggarakan di Tambakberas Jombang pada 27–31 Agustus mendatang. Ia juga mendorong penguatan gerakan literasi, edukasi kesehatan remaja, pembangunan karakter, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi melalui pengelolaan kader berbasis talent pool dan Sistem Informasi SISTA.

Menutup arahannya, Khofifah mengajak seluruh kader untuk terus berikhtiar memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa.

"Mari terus berikhtiar memberikan yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Insyaallah kita mampu. Selamat melanjutkan perjuangan. Mudah-mudahan IPPNU senantiasa membawa berkah, menghadirkan manfaat, dan memberikan pengaruh yang luas, bahkan beyond the horizon," pungkasnya.

Selain prosesi pelantikan, kegiatan juga diisi dengan penganugerahan IPPNU School Movement Award sebagai bentuk apresiasi kepada pimpinan cabang dan komisariat terbaik di Jawa Timur yang dinilai berhasil menghadirkan inovasi serta dedikasi dalam menjalankan program kaderisasi.

Momentum istimewa turut mewarnai pelaksanaan acara melalui penyematan gordon kepada sembilan Pimpinan Komisariat IPPNU di lingkungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam. Prosesi tersebut menjadi simbol regenerasi sekaligus penguatan kaderisasi di tingkat komisariat, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan NURIS dalam mencetak kader-kader perempuan Nahdlatul Ulama yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi bagi agama, bangsa, serta organisasi.

Menjelang penutupan acara, hadirin disuguhkan penampilan seni dari santri Pondok Pesantren Nurul Islam 2 yang memukau. Penampilan tersebut menjadi representasi kreativitas dan potensi santri sekaligus memperlihatkan bahwa pendidikan di lingkungan NURIS tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan keagamaan, tetapi juga pembinaan seni, budaya, dan karakter.

Kepercayaan sebagai tuan rumah agenda tingkat provinsi ini semakin menegaskan posisi Pondok Pesantren Nurul Islam sebagai salah satu pusat kaderisasi strategis Nahdlatul Ulama di Jawa Timur. Tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan, NURIS juga terus berkontribusi melahirkan generasi muda yang siap memimpin dengan bekal keilmuan, spiritualitas, serta semangat pengabdian kepada agama, bangsa, dan organisasi.

Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pendiri dan Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Nurul Islam, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M. Doa tersebut menjadi penutup penuh khidmat sekaligus harapan agar kepengurusan PW IPPNU Jawa Timur Masa Khidmat 2026–2029 senantiasa diberikan kekuatan dalam mengemban amanah organisasi. (den)

Bagikan Artikel: