MALANG — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, memperkuat kompetensi guru, serta mengembangkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, SMK UBP Nurul Islam melaksanakan kegiatan visit study pada Program Keahlian Konstruksi, Properti dan Geomatika di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) BOE Malang pada Senin, 12 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang berlangsung pada 12–15 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan profesionalisme pendidik dan penguatan mutu pembelajaran di lingkungan SMK UBP Nurul Islam. Melalui kunjungan dan pelatihan tersebut, para guru diharapkan memperoleh wawasan baru mengenai pengembangan kompetensi kejuruan, pengelolaan pembelajaran, inovasi pendidikan, serta penerapan pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
Dalam kegiatan ini, SMK UBP Nurul Islam mengikutsertakan tiga guru dari bidang keahlian yang berbeda. Ketiganya diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran di satuan pendidikan masing-masing.
Adapun guru yang mengikuti kegiatan tersebut adalah:
1. Rizkika Zakiyatu Sholikhah, S.Ars., Guru Produktif DPIB
2. Tarissa Berlian Arianti, S.Pd., Guru Matematika
3. Mega Dewi Lukyadiana, S.Pd., Guru Bahasa Inggris
Keikutsertaan ketiga guru tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kejuruan. Pendidikan vokasi tidak hanya membutuhkan penguasaan keterampilan teknis sesuai program keahlian, tetapi juga kemampuan numerasi, komunikasi, literasi, pemecahan masalah, kreativitas, serta karakter yang kuat.
Guru produktif memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan kejuruan yang sesuai dengan standar kompetensi dan kebutuhan industri. Sementara itu, guru Matematika dan Bahasa Inggris berperan dalam memperkuat kemampuan dasar peserta didik agar mampu memahami perhitungan teknis, membaca informasi, berkomunikasi secara efektif, dan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.
Salah satu aspek penting dalam pengembangan pendidikan SMK adalah kemampuan mengintegrasikan pembelajaran mendalam dengan karakteristik program keahlian dan kebutuhan dunia kerja. Pada bidang DPIB, misalnya, pembelajaran dapat dikembangkan melalui proyek perencanaan bangunan sederhana, pembuatan gambar kerja, pemodelan bangunan digital, analisis kebutuhan material, atau penyusunan dokumentasi teknis. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mempelajari prosedur, tetapi juga memahami alasan di balik setiap tahapan pekerjaan dan konsekuensi dari keputusan teknis yang diambil.
Pada mata pelajaran Matematika, pembelajaran dapat dikaitkan dengan perhitungan dimensi, skala gambar, luas dan volume bangunan, perbandingan, pengukuran, serta analisis data yang relevan dengan pekerjaan teknis. Integrasi ini membantu peserta didik memahami bahwa Matematika merupakan perangkat penting untuk menyelesaikan persoalan nyata.
Sementara itu, pembelajaran Bahasa Inggris dapat diarahkan pada penguasaan kosakata teknis, pemahaman petunjuk penggunaan perangkat, pembacaan dokumen sederhana, penyusunan laporan, dan komunikasi profesional. Kompetensi tersebut semakin penting ketika lulusan SMK berhadapan dengan teknologi, referensi, dan lingkungan kerja yang menggunakan istilah internasional.
Kolaborasi lintas mata pelajaran semacam ini dapat dikembangkan melalui pembelajaran berbasis proyek dan kegiatan lintas disiplin. Dengan demikian, pengalaman belajar peserta didik menjadi lebih utuh karena pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dikembangkan secara terpadu. Pendekatan tersebut juga membuka peluang bagi sekolah untuk memperkuat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membangun kemandirian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan budaya kerja positif.
Visit Study Program Keahlian Konstruksi, Properti dan Geomatika
Kunjungan pada 12 Oktober 2026 difokuskan pada Program Keahlian Konstruksi, Properti dan Geomatika di BBPPMPV BOE Malang. Kegiatan visit study ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai pengembangan pendidikan kejuruan, khususnya yang berkaitan dengan bidang konstruksi, perencanaan bangunan, teknologi, dan kompetensi yang dibutuhkan dalam dunia kerja.
Melalui kunjungan tersebut, para guru diharapkan memperoleh referensi mengenai pengembangan kompetensi keahlian, pemanfaatan sarana praktik, penguatan pembelajaran berbasis kompetensi, serta peluang penerapan inovasi pembelajaran dalam pendidikan vokasi. Bagi pengembangan kompetensi Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), kegiatan ini memiliki relevansi strategis. Pembelajaran DPIB menuntut keterpaduan antara pengetahuan teknis, kemampuan menggambar dan memodelkan bangunan, pemahaman konstruksi, penggunaan perangkat lunak desain, ketelitian dalam perhitungan, serta kemampuan membaca dan menyajikan informasi teknis.
Perkembangan teknologi konstruksi dan digitalisasi industri juga mendorong sekolah untuk terus menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan aktual. Peserta didik perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi juga mencakup praktik, penyelesaian masalah nyata, pembuatan produk atau karya, serta pengembangan sikap profesional.
Oleh karena itu, hasil kunjungan diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam memperkuat pembelajaran produktif DPIB, meningkatkan kualitas kegiatan praktik, dan mengembangkan hubungan yang lebih erat antara sekolah dengan lingkungan pendidikan vokasi maupun dunia usaha dan dunia industri. Partisipasi dalam kegiatan visit study dan Pelatihan Pembelajaran Mendalam merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan SMK UBP Nurul Islam dan satuan pendidikan terkait.
Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Guru perlu terus memperbarui pengetahuan, mengembangkan kompetensi profesional, serta menyesuaikan strategi pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan peserta didik. Melalui kegiatan pengembangan kompetensi ini, diharapkan muncul gagasan-gagasan baru yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Gagasan tersebut dapat berupa penyempurnaan modul ajar, pengembangan proyek lintas mata pelajaran, optimalisasi kegiatan praktik, pemanfaatan teknologi digital, penguatan asesmen formatif, maupun peningkatan kualitas refleksi pembelajaran.

Selain itu, kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya belajar di kalangan pendidik. Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan dan pelatihan perlu ditindaklanjuti melalui diskusi internal, berbagi praktik baik, penyusunan rencana aksi, dan evaluasi penerapan hasil pelatihan. Dengan adanya tindak lanjut tersebut, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh guru yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dapat diperluas kepada rekan sejawat dan peserta didik di lingkungan sekolah.
Harapan dan Tindak Lanjut Kegiatan
Keikutsertaan Rizkika Zakiyatu Sholikhah, S.Ars., Tarissa Berlian Arianti, S.Pd., dan Mega Dewi Lukyadiana, S.Pd., dalam kegiatan ini diharapkan menghasilkan kontribusi nyata bagi pengembangan pembelajaran di SMK UBP Nurul Islam, SMKS Nurul Islam 2, serta satuan pendidikan terkait sesuai bidang tugas masing-masing.
Beberapa tindak lanjut yang dapat dikembangkan setelah kegiatan meliputi penyusunan rencana penerapan Pembelajaran Mendalam, penguatan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, pengembangan proyek berbasis permasalahan nyata, peningkatan kualitas asesmen, serta berbagi pengalaman dan praktik baik kepada guru lainnya. Khusus untuk pengembangan kompetensi DPIB, hasil kunjungan dapat menjadi referensi dalam meninjau kembali kesesuaian materi praktik, kebutuhan peralatan pembelajaran, penggunaan teknologi desain, serta penguatan keterampilan peserta didik yang relevan dengan bidang konstruksi dan properti.
Sementara itu, penguatan Matematika dan Bahasa Inggris melalui konteks vokasi diharapkan mampu membantu peserta didik membangun keterampilan dasar yang mendukung keberhasilan pembelajaran produktif dan kesiapan memasuki dunia kerja. Keberhasilan kegiatan ini selanjutnya perlu diukur melalui tindak lanjut yang terencana, seperti tersusunnya perangkat pembelajaran, terlaksananya praktik pembelajaran di kelas, meningkatnya kolaborasi antarguru, dan terdokumentasikannya hasil refleksi serta evaluasi. Pada akhirnya, pengembangan kompetensi guru bukan sekadar kegiatan untuk menambah pengetahuan, melainkan investasi jangka panjang dalam menyiapkan lulusan SMK yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman. (am)